MIP3M : Sektor pertanian saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks seiring dengan perubahan global yang cepat. Menanggapi hal tersebut, Program Magister Ilmu Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat melakukan penelitian mendalam yang dipimpin oleh Muhammad Ibnu, SP, MMA, MSc, PhD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode kajian literatur, penelitian ini menelaah 143 studi yang dipublikasikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2014–2024).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan aspek utama yang menjadi sumber tantangan bagi sektor pertanian, yaitu perubahan iklim dan risiko defisit air, energi, keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem, infrastruktur sosial, tata kelola dan kebijakan, rantai pasokan pangan, pola konsumsi, serta intensifikasi pertanian berkelanjutan. Kompleksitas dari delapan aspek tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya menghadapi persoalan teknis di lapangan, tetapi juga persoalan multidimensi yang melibatkan faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Dalam kajian yang dipimpin oleh Muhammad Ibnu ini, disimpulkan bahwa sistem pertanian dan pangan berkelanjutan membutuhkan pengetahuan yang luas dan seimbang antara agronomi dan ekologi. Selain itu, penguatan modal sosial berbasis partisipasi petani dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Diperlukan pula kebijakan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta bebas dari kepentingan politik pihak-pihak tertentu.
Melalui hasil penelitian ini, Program Magister Ilmu Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendorong pengembangan ilmu dan kebijakan pembangunan pertanian yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. Kajian yang dipimpin oleh Muhammad Ibnu ini diharapkan menjadi referensi penting bagi akademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi dalam merumuskan strategi pertanian yang adaptif terhadap perubahan global serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat. []
